Potensi Desa

Desa Siru memiliki potensi dibidang pertanian, peternekan, perkebunan dan perikanan air tawar, yang bisa dikembangkan menjadi sektor potensial bagi Desa untuk membangun, dalam upaya mensejahterkan masyarakat menuju Desa yang maju dan mandiri.

Ada beberapa tempat tujuan wisata menarik di Desa Siru yang bisa menjadi tempat berlibur dan berakhir pekan. Diantara tempat tujuan wisata itu adalah, persawahan lembor, jembatan gantung, dan wisata religi (Pesantren Alam Tahfidzul Qur’an Kolong).

Persawahan Lembor

Persawahan irigasi Lembor Desa Siru merupakan lumbung pangan terbesar di Kabupaten Manggarai Barat. 

Sawah di Desa Siru Lembor memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Banyak wisatawan yang hendak ke Wae Rebo (Manggarai), dan Danau Kelimutu (Ende) atau sebaliknya, berhenti di Persawahan Lembor, Desa Siru.

Para wisatawan menghabiskan waktunya, untuk melihat panorama keindahan sawah, yang terbentang luas sepanjang jalan Trans Flores.

Persawahan Lembor, Desa Siru, menjadi salah satu spot foto yang paling menarik bagi wisatawan.

Pemandangan yang indah, dapat di potret dari ketinggian tertentu serta dari sisi kiri dan kanan jalan, sepanjang jalan Trans Flores.

Jarak dari Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat ke Desa Siru, sekitar 55 KM, dengan kondisi jalan infrastruktur yang baik, dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam. Ayo ke Desa Siru.

Jembatan Gantung

Jembatan gantung ini menghubungkan tiga Desa yakni, Desa Siru, Desa Wae dan Desa Poco Dedeng.

Jembatan gantung ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berakhir pekan. Banyak anak – anak muda menjadikan jembatan gantung ini sebagai tempat nongkorong dan berselfie ria. 

Pemandangan sungai yang bersih dan bentangan alam yang indah menjadi daya tarik tersendiri ketika memotret gambar dari atas jembatan

Pesantren Alam

Pesantren Alam Tahfidzul Qur’an Kolong merupakan pesantren dengan konsep alam yang mengedepankan kearifan lokal warga desa.

Pesantren ini selain tempat untuk belajar Islam dan membina genarasi muda untuk menjadi penghafal Qur’an, pesantren ini juga memiliki daya tarik bangunan dengan konsep alam.

Semua bangunan di pesantren ini menggunakan bahan lokal dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal masayarakat Desa. 

Pesantren ini juga menjadi tempat wisata religi di Desa. Suasananya hening, jauh dari hiruk pikuk keramaian. Pesantren ini juga menyediakan home stay bagi para pengunjung yang hendak bermalam di pesantren. 

(Telah Dibaca 442 kali, 1 Pengunjung hari ini)