Dalam rangka menekan angka kematian Bayi dan Ibu di Desa, Pemerintah Desa Siru dan UPTD. Puskesmas Wae Nakeng gelar diskusi kemitraan bersama ibu hamil, dukun persalinan dan Bidan Desa.

Kepala Desa Siru Sumardi, mengatakan kegiatan ini dengan tujuan agar ibu hamil lebih dini melakukan pemeriksaan kehamilan.

” Kebiasaan ibu hamil melahirkan dirumah, agar dapat dialihkan persilinanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan demikian kasus kematian ibu dan bayi dapat dihindari “. Jelas Sumardi.

Lebih lanjut Sumardi, mengatakan  kegiatan ini juga nantinya akan menjadi bahan rujukan pemerintah Desa dalam mengambil kebijakan.

Elviana Ira, Koordinator Bidan UPTD. Puskesmas Wae Nakeng, dalam manyampaikan materinya mengatakan, persalinan yang aman adalah, persalinan yang dilakukan di fasilitas kesehatan, dan ditolong oleh tenaga medis yang berkompeten.

Pada kesempatan tersebut, Elviana Ira, menjelaskan tugas pokok dan fungsi bidan, dukun bersalin, dan nifas.

Menurut Elvira, diantara tugas bidan desa adalah, melakukan pemeriksaan kehamilan, menentukan tafsiran persalinan, dan keadaan janin dalam kandungan.

Sementara tugas Dukun persalinan adalah, memotivasi dan menghantar ibu hamil untuk diperiksa dibidan, memotivasi ibu hamil ke fasilitas kesehatan terdekat, serta mendampingi ibu hamil saat melahirkan.

Nursiah Marwati, Bidan Desa Siru meminta agar ibu hamil agar sesering mingkin melakukan pemeriksaan kandungan di fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, Bidan Desa ini juga mengingatkan, jangan sampai melahirkan dirumah, karena periode Januari – Juni 2020 angka melahirkan dirumah di Desa Siru terapat 4 kasus.

(Telah Dibaca 69 kali, 1 Pengunjung hari ini)
Bagikan Berita